1.Mencari gambar rangkaian seri dan
paralel? jelaskan!
Jawab :
RANGKAIAN SERI
Rangkaian seri merupakan salah satu jenis dari
rangkaian listrik. Rangkaian ini adalah suatu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar dimana
komponen-komponen dipasang berurutan. Dalam kata lain rangkaian listrik yang
dipasang secara seri memiliki susunan antara komponen yang berurutan. Penerapan
rangkaian seri sering digunakan pada bangunan-bangunan atau gedung-gedung besar
seperti perkantoran, kampus, dan hotel. Rangkaian ini sering digunakan karena
memiliki cara pengaktifan yang praktis. Hanya dibutuhkan satu switch untuk mode
aktif keseluruhan. Contoh konkret dari penerapan rangkaian ini adalah pada
lampu-lampu jalan. Penerapan hukum ohm dengan mudah diaplikasikan melihat nilai
hambatan yang dapat dicari dengan menjumlahkan seluruh komponen tersebut.
Rumus: V = I.R ; RTotal = R1 + R2 + R3 + ….+ Rn
Keterangan dari rangkaian seri : jika salah satu
terminal dari 2 elemen tersambung maka akibatnya arus yang lewat akan sama
besar
Gambar Skema
Rangkaian Seri

RANGKAIAN
PARALEL
Rangkaian
paralel merupakan sebuah rangkaian
listrik yang disusun dengan tidak sebaris, dimana input
untuk setiap komponen semuanya adalah dari sumber yg sama. rangkaian ini
mempunyai kelebihan jika dibanding dengan rangkaian seri tersebut.
Kelebihannya adalah apabila ada komponen yang rusak ataupun dicabut, maka
komponen lainnya yang masih baik atau masih terpasang akan tetap berfungsi
tanpa gangguan sama sekali.
Gambar
skema rangkaian paralel

Pada gambar rangkaian paralel diatas,
kita bisa melihat 2 buah resistor yang susunannya adalah paralel. Setiap ujung
dari kedua resistor tersebut secara langsung berhubungan dengan sumber
tegangan secara bersamaan. Dengan demikian arus listrik dapat mengalir melalui
dua jalan berbeda hingga mencapai setiap resistor yang ada.
Resistensi
total dalam suatu rangkaian paralel adalah sama jumlahnya dengan kebalikan dari
tiap resistansi. Hambatan tersebut jumlahnya lebih kecil dibanding dengan
hambatan setiap resistor pada ke-3 resitor yg telah dihubungkan secara paralel
di rangkaian itu. Besar dari hambatan pengganti akan berkurang karena
ditempatkannya dua ataupun lebih resistor di rangkaian paralel.
Apabila terdapat
lebih dari dua percabangan hambatan paralel, dapat diubah dengan rangkaian
pengganti paralel (Rp), dengan rumus :
1/Rp = 1/R1+ 1/R2+ …+ 1/Rn
Atau jika hanya ada dua percabangan, dapat dihitung dengan :
Rp = (R1 x R2)/(R1+R2)
1/Rp = 1/R1+ 1/R2+ …+ 1/Rn
Atau jika hanya ada dua percabangan, dapat dihitung dengan :
Rp = (R1 x R2)/(R1+R2)
2. Mencari 2 gambar
R-L-C dan jelaskan?
Jawab :
Rangkaian RLC Seri
Rangkaian R-L-C Seri adalah rangkaian
resistor, induktor,dan kapasitor yang disusun secara seri atau berderet. RLC
sendiri disimbolkan sebagai aliran listrik untuk ketahanan, kapasitansi dan
induktansi dari masing-masing rangkaian.
Dalam skema gambar rangkaian tersebut,
terdapat rangkaian RLC yang disusun seri dengan dihantarkan arus listrik AC
atau searah. Dan arus AC tersebut
akan mendapatkan hambatan pada komponen dengan simbol R,L,dan C. Dalam hambatan
tersebut akan dihasilkan impedansi dengan simbol Z. Dan impedansi (Z) tersebut
merupakan proses penggabungan dari simbol R,L,C.
Gambar Skema Rangkaian RLC Seri

Sementara untuk mengukur tegangan efektif rangkaian digunakan rumus :
V =
Sedangkan untuk mengukur sudut fase pada rangkaian digunakan rumus :
Tan γ =
Rangkaian R-L-C Paralel
Arus bolak-balik (AC/alternating current) adalah arus listrik dimana besar dan arahnya arus berubah-ubah terhadap waktu. Berbeda dengan arus searah dimana arah arus yang mengalir tidak berubah-ubah dengan waktu. Bentuk gelombang dari listrik arus bolak balik biasanya berbentuk gelombang sinusoida, karena ini yang memungkinkan pengaliran energi yang paling efisien.
Pada
rangkaian ini di pasang resistor R, sebuah reaktansi induktif XL, dan sebuah
reaktansi kapasitif XC yang diberi tegangan maksimum Vm, maka:
Im = Vm/Z atau Vm = Im . Z
Keterangan
:
Im = arus maksimum
Vm = tegangan maksimum
Z = impedansi
Im = arus maksimum
Vm = tegangan maksimum
Z = impedansi
Dengan impedansi Z
terdiri dari resistor, reaktansi induktif, dan reaktansi kapasitif.
Dengan:
XL = reaktansi induktif
XC = reaktansi kapasitif
1/Z=√((1/R)^2+ (1/XL - 1/XC)^2 )Dengan:
XL = reaktansi induktif
XC = reaktansi kapasitif
XL = ωL = 2πfLXC = 1/ωC = 1/2πfC
Arus pada rangkaian
dapat ditentukan dari kedua arus dalam rangkaian paralel tersebut dengan menggunakan
dalil phitagoras, yaitu :
I = √(IR^2+
(IL - IC)^2 )
Sudut fasenya :
Q = arc Cos θ
Cos θ = IR/I
Cos θ = IR/I
Sedangkan besar tegangan total sama dengan
besar tegangan pada hambatan, besar tegangan pada induktansi, dan besar
tegangan pada kapasitansi. Sehingga hubungan antara Vm, Im, dan impedansi
adalah sebagai berikut:
Im= √((Vm/R)^2 + (Vm/XL- Vm/XC)^2 )
Tahanan yang diberi tegangan AC akan teraliri arus listrik :
iL=Im .sin(ωt-θ) ; iC=Im .sin(ωt+θ) ; v=Vm .sinωt
Im= √((Vm/R)^2 + (Vm/XL- Vm/XC)^2 )
Tahanan yang diberi tegangan AC akan teraliri arus listrik :
iL=Im .sin(ωt-θ) ; iC=Im .sin(ωt+θ) ; v=Vm .sinωt
Gambar
rangkaian R-L-C Paralel


VS =
VR = VL = VC
Dalam rangkaian arus bolak-balik, baik tegangan maupun
kuat arusnya berubah-ubah secara periodik. Oleh sebab itu untuk penggunaan yang
praktis diperlukan besaran listrik bolak-balik yang tetap, yaitu harga efektif.
Nilai efektif dari arus yang mengalir ialah : Ieff=Im/√2
Demikian juga dengan tegangannya maka terdapat nilai tegangan effektif dan nilai tegangan maksimum dengan persamaan : Veff=Vm/√2
Daya listrik yang terukur pada tahanan reaktansi resistif – induktif :
P = V . I . cosθ maka Peff = Veff . Ieff . cosθ
Nilai efektif dari arus yang mengalir ialah : Ieff=Im/√2
Demikian juga dengan tegangannya maka terdapat nilai tegangan effektif dan nilai tegangan maksimum dengan persamaan : Veff=Vm/√2
Daya listrik yang terukur pada tahanan reaktansi resistif – induktif :
P = V . I . cosθ maka Peff = Veff . Ieff . cosθ
3.mencari
gambar multivibrator asbale dan bistabel?
Jawab:
Astable Mulivibrator

Bistable Multivibrator
