Selasa, 25 November 2014

gambar teknik


Tugas menggambar teknik

1.Mencari gambar rangkaian seri dan paralel? jelaskan!
Jawab :
RANGKAIAN SERI
Rangkaian seri merupakan salah satu jenis dari rangkaian listrik. Rangkaian ini adalah suatu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar dimana komponen-komponen dipasang berurutan. Dalam kata lain rangkaian listrik yang dipasang secara seri memiliki susunan antara komponen yang berurutan. Penerapan rangkaian seri sering digunakan pada bangunan-bangunan atau gedung-gedung besar seperti perkantoran, kampus, dan hotel. Rangkaian ini sering digunakan karena memiliki cara pengaktifan yang praktis. Hanya dibutuhkan satu switch untuk mode aktif keseluruhan. Contoh konkret dari penerapan rangkaian ini adalah pada lampu-lampu jalan. Penerapan hukum ohm dengan mudah diaplikasikan melihat nilai hambatan yang dapat dicari dengan menjumlahkan seluruh komponen tersebut. 
Rumus: V = I.R ; RTotal = R1 + R2 + R3 + ….+ Rn
Keterangan dari rangkaian seri : jika salah satu terminal dari 2 elemen tersambung maka akibatnya arus yang lewat akan sama besar 
Gambar Skema Rangkaian Seri
Rangkaian Seri

RANGKAIAN PARALEL
Rangkaian paralel merupakan sebuah rangkaian listrik yang disusun dengan tidak sebaris, dimana input untuk setiap komponen semuanya adalah dari sumber yg sama. rangkaian ini mempunyai kelebihan jika dibanding dengan rangkaian  seri tersebut. Kelebihannya adalah apabila ada komponen yang rusak ataupun dicabut, maka komponen lainnya yang masih baik atau masih terpasang akan tetap berfungsi tanpa gangguan sama sekali.
Gambar skema rangkaian paralel
http://kursusaudio.files.wordpress.com/2009/09/4_14_circuit_resistor_parallel.gif
Pada gambar rangkaian paralel diatas, kita bisa melihat 2 buah resistor yang susunannya adalah paralel. Setiap ujung dari kedua resistor tersebut secara langsung berhubungan  dengan sumber tegangan secara bersamaan. Dengan demikian arus listrik dapat mengalir melalui dua jalan berbeda hingga mencapai setiap resistor yang ada.
Resistensi total dalam suatu rangkaian paralel adalah sama jumlahnya dengan kebalikan dari tiap resistansi. Hambatan tersebut jumlahnya lebih kecil dibanding dengan hambatan setiap resistor pada ke-3 resitor yg telah dihubungkan secara paralel di rangkaian itu. Besar dari hambatan pengganti akan berkurang karena ditempatkannya dua ataupun lebih resistor di rangkaian paralel.
Apabila terdapat lebih dari dua percabangan hambatan paralel, dapat diubah dengan rangkaian pengganti paralel (Rp), dengan rumus :
1/Rp = 1/R1+ 1/R2+ …+ 1/Rn
Atau jika hanya ada dua percabangan, dapat dihitung dengan :
Rp = (R1 x R2)/(R1+R2)
2. Mencari 2 gambar R-L-C dan jelaskan?
Jawab :
Rangkaian RLC Seri
Rangkaian R-L-C Seri adalah rangkaian resistor, induktor,dan kapasitor yang disusun secara seri atau berderet. RLC sendiri disimbolkan sebagai aliran listrik untuk ketahanan, kapasitansi dan induktansi dari masing-masing rangkaian.
Dalam skema gambar rangkaian tersebut, terdapat rangkaian RLC yang disusun seri dengan dihantarkan arus listrik AC atau searah. Dan arus AC tersebut akan mendapatkan hambatan pada komponen dengan simbol R,L,dan C. Dalam hambatan tersebut akan dihasilkan impedansi dengan simbol Z. Dan impedansi (Z) tersebut merupakan proses penggabungan dari simbol R,L,C.
Gambar Skema Rangkaian RLC Seri
Rangkaian RLC Seri
Untuk menghitung Impedansi Rangkaian digunakan rumus : Z  =
Sementara untuk mengukur tegangan efektif rangkaian digunakan rumus :
V =
Sedangkan untuk mengukur sudut fase pada rangkaian digunakan rumus :
Tan γ =  =
Rangkaian R-L-C Paralel
Arus bolak-balik (AC/alternating current) adalah arus listrik dimana besar dan arahnya arus berubah-ubah terhadap waktu. Berbeda dengan arus searah dimana arah arus yang mengalir tidak berubah-ubah dengan waktu. Bentuk gelombang dari listrik arus bolak balik biasanya berbentuk gelombang sinusoida, karena ini yang memungkinkan pengaliran energi yang paling efisien.
Pada rangkaian ini di pasang resistor R, sebuah reaktansi induktif XL, dan sebuah reaktansi kapasitif XC yang diberi tegangan maksimum Vm, maka: Im = Vm/Z atau Vm = Im . Z
Keterangan :
Im = arus maksimum
Vm = tegangan maksimum
Z = impedansi

Dengan impedansi Z terdiri dari resistor, reaktansi induktif, dan reaktansi kapasitif.
1/Z=√((1/R)^2+ (1/XL - 1/XC)^2 )
Dengan:
XL = reaktansi induktif
XC = reaktansi kapasitif
XL = ωL = 2πfL
XC = 1/ωC = 1/2πfC
Arus pada rangkaian dapat ditentukan dari kedua arus dalam rangkaian paralel tersebut dengan menggunakan dalil phitagoras, yaitu : I = √(IR^2+ (IL - IC)^2 )
Sudut fasenya :
Q = arc Cos θ
Cos θ = IR/I
Sedangkan besar tegangan total sama dengan besar tegangan pada hambatan, besar tegangan pada induktansi, dan besar tegangan pada kapasitansi. Sehingga hubungan antara Vm, Im, dan impedansi adalah sebagai berikut:
Im= √((Vm/R)^2 + (Vm/XL- Vm/XC)^2 )
Tahanan yang diberi tegangan AC akan teraliri arus listrik :
iL=Im .sin
(ωt-θ) ; iC=Im .sin(ωt+θ) ; v=Vm .sinωt
Gambar rangkaian R-L-C Paralel
http://ntrux.files.wordpress.com/2011/07/untitled21.jpg?w=600
VS = VR = VL = VC
Dalam rangkaian arus bolak-balik, baik tegangan maupun kuat arusnya berubah-ubah secara periodik. Oleh sebab itu untuk penggunaan yang praktis diperlukan besaran listrik bolak-balik yang tetap, yaitu harga efektif.
Nilai efektif dari arus yang mengalir ialah : Ieff=Im/√2
Demikian juga dengan tegangannya maka terdapat nilai tegangan effektif dan nilai tegangan maksimum dengan persamaan : Veff=Vm/√2
Daya listrik yang terukur pada tahanan reaktansi resistif – induktif :
P = V . I . cosθ maka Peff = Veff . Ieff . cosθ
3.mencari gambar multivibrator asbale dan bistabel?
Jawab:
 Astable Mulivibrator
astable.JPG
Bistable Multivibrator
Slide8.JPG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar